Senin, 07 September 2015

Temu Pejabat Publik Keuskupan Purwokerto

Foto Bersama Walikota Solo, Bpk. FX. Hadi Rudyatmo
Dok. Pemuda Katolik
Purwokerto - Minggu (6/9/2015) bertempat di Aula Hotel Dominic Purwokerto, Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keukupan Purwokerto menyelenggarakan Temu Pejabat Publik yang berada di wilayah Keuskupan Purwokerto.

Dalam pertemuan ini, Bpk. FX. Hadi Rudyatmo (Walikota Solo) yang diundang langsung untuk memaparkan dan sharing terkait aktivitas beliau dikancah perpolitikan serta kehidupan menggerejawinya. Dikancah perpolitikan, beliau memulainya pada usia yang masih muda. Diawali dengan masuk di sebuah Partai yang digawangi oleh Mantan Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarno Putri. Pada usia yang masih muda itulah beliau belajar bagaimana berpolitik yang bersih, menggunakan partai polik sebagai kendaraan untuk kepentingan rakyat. Bahkan sampai sekarang beliau masih tinggal di rumah sederhana, sebagai bukti bahwa menjadi tokoh politik itu tidak untuk mencari keuntungan pribadi.

Selain itu beliau memaparkan tentang pilar kebangsaan. Menurut beliau, apa yang dikatakan dan sering didenungkan sebagai empat pilar kebangsaan ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ) itu agak sedikit keliru. Pancasila sebagai dasar negara, tidak seharusnya dimasukan didalam empat pilar kebangsaan.
Beliau juga memaparkan program kerja apa saja yang dilakukan pemerintah Kota Solo dalam penataan segala bidang di Kota Solo. Diantaranya membuat tempat-tempat publik seperti Kantor Kecamatan, Kantor Desa, Puskesmas, sebagai tempat pelayanan yang efektif dan efisien dengan merehab bangunan serta merubah cara pelayanan yang lebih friendly. Pemkot Solo juga memindahkan area perkampungan yang rawan banjir di dataran yang lebih tinggi dan memperbanyak sanitasi.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Banyumas bersama Istri, beberapa warga Gereja yang duduk di kursi DPRD, dan pimpinan Organisasi Kemasyarakatan seperti WKRI, PMKRI dan Pemuda Katolik. [red.]

Senin, 31 Agustus 2015

Karolin pimpin Pengurus Pusat Pemuda Katolik

dr. Karolin Margret Natasa
Batam (23/8) - Kongres Pemuda Katolik XVI yang sekiranya dilaksanakan pada tanggal 22-23 Agustus 2015 di Batam, telah memilih Ketua Umum PP Pemuda Katolik yang baru, Karolin Margret Natasa.

Rekam jejak Karolin Margret Natasa tidak muncul begitu saja di Pemuda Katolik. Telah diketahui sebelumnya, Karolin pernah menjabat sebagai SekJend PP Pemuda Katolik.


Karolin menang mutlak dengan mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Hironimus Hilapok dan Mervin Sidapun Komber. Karolin meraih suara sebanyak 215 dari 273 suara sah. Sementara Hironimus hanya meraih 52 suara dan Mervin 6 suara. Tidak ada ada suara abstain dan rusak. Dengan demikian, Karolin Margret Natasa secara sah telah terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Katolik Periode 2015-2018 menggantikan Sdr. Agustinus Tamo Mbapa.

Sebagai Ketua Umum terpilih, Karolin bersama Tim Formatur segera mungkin membentuk struktur dan komponen Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2015-2018 untuk menjalankan program dan rekomendasi yang telah diputuskan dalam Kongres Pemuda Katolik XVI.

Dalam pemaparan visinya, Karolin ingin membawa Pemuda Katolik menjadi sarana untuk mewujudkan kegembiraan dan harapan kaum muda Katolik Indonesia. Visi ini diaktualisasikan dalam tiga misi utama, yakni memberdayakan Komisariat Cabang dan Komisariat Daerah sebagai basis dan ujung tombak organisasi PK, merevitalisasi proses perekrutan anggota dan kaderisasi di tingkat Komisariat Cabang dan Komisariat Daerah.

Dalam Kongres Pemuda Katolik XVI ini juga membahas mengenai masalah-masalah internal organisasi serta permasalahan yang sedang terjadi di tanah air ini, serta merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan tiga tahun kedepan. [red]

Pro Ecclesia et Patria!

Jumat, 10 Juli 2015

KONGRES PEMUDA KATOLIK XVI



Kongres Pemuda Katolik XVI sekiranya akan dilaksanakan di Kota Batam, Kepulauan Riau pada akhir bulan Agustus 2015 nantinya. Sebuah perhelatan besar di tubuh organisasi Pemuda Katolik ini dalam ajang merumuskan masalah internal maupun eksternal baik yang berkaitan dengan keprihatinan Bangsa maupun diluar itu.

Pada agenda yang diselenggarakan tiga tahun sekali ini pun merupakan moment yang seharusnya dijadikan para Kader Pemuda Katolik untuk memikirkan kondisi Pemuda Katolik baik di tingkat Nasional maupun ditataran paling bawah, pada tingkat Ranting sekalipun. Para delegatus dari Komisariat Daerah maupun Komisariat Cabang yang akan hadir di forum terhormat inipun hendaknya bukan lagi berpikiran bahwa Pemuda Katolik adalah organisasi untuk “loncatan” ke Partai Politik, menggunakan Pemuda Katolik hanya sebagai alat menuju kekuasaan semata. Sehingga di forum ini tercipta hasil-hasil rumusan yang nantinya dapat dibawa ke daerah masing-masing untuk mengembangkan kaderisasi di tataran basis. Dengan demikian kaderisasi dan pembenahan organisasi dapat segera dibenahi, sehingga Pemuda Katolik mampu bangkit kembali untuk menyuarakan suara Rakyat dan mengibarkan panji-panji Pemuda Katolik seluruh penjuru Bangsa ini.

Forum ini nantinya juga akan membahas dan  memilih Pemuda Katolik 01/Ketua Umum. Harapan kami agar Ketua Umum yang terpilih nantinya dapat memajukan serta mendorong Para Kader Pemuda Katolik dan Kaum Muda Katolik pada umumnya untuk berkontribusi memperjuangkan hak-hak Rakyat Indonesia.

[red]